Menjawab pertanyaan sulit tentang Kekristenan secara cermat dan Alkitabiah – Henryco Ricardo. Post by: Henryco Ricardo

Menjawab Pertanyaan Sulit Tentang Kekristenan Secara Cermat dan Alkitabiah

Aku dan Bapa adalah Satu

Pengantar:
Kesatuan Bapa & Yesus dalam esensi keallahan merupakan salah satu bukti kuat keilahian Yesus. Namun pihak Islam, Saksi Yehovah & Kristen Tauhid mengatakan bahwa kesatuan tersebut hanya dalam arti satu tujuan bukan satu esensi.

PERTANYAAN
Orang Kristen selalu menggunakan Yoh 10:30 “Aku dan Bapa adalah satu” sebagai bukti keilahian Yesus. Tetapi masalahnya kalau Yesus dan Bapa adalah satu pribadi, lalu Yesus berdoa kepada siapa? Memahami kata “satu” ini tidak lepas dari konteks.

Yoh 10:25 “Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku”. Pengertian ayat ini yaitu Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama dengan Bapa. Jadi kata “satu” ini memiliki arti satu perbuatan atau satu tujuan bukan satu hakekat.

JAWABAN

Pertama-tama kita perlu memahami dulu arti literal dari kata “satu” dalam bahasa Yunani.
Yoh 10:30 ”Aku dan Bapa adalah satu”
KJV: “I and my Father are one”
Transliterasi: εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Interlinear: egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah}

Kata “satu” dalam bahasa Yunani terdiri atas beberapa kata yaitu: HEIS (maskulin), MIA (feminin) dan HEN (Netral) serta kata satu yang berarti “tunggal” yaitu MONOS. Kata HEIS biasanya berkaitan dengan urutan seperti kesatu (HEIS), kedua (DUO), ketiga (TREIS) dan seterusnya. Sedangkan MIA biasanya digunakan untuk menerangkan kuantitas dari sebuah objek. Baik HEIS maupun MIA bisa dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan. Sedangkan kata HEN bersifat netral atau dalam pengertian suatu kesatuan misalnya satu hakekat, satu tindakan, satu perbuatan dan satu esensi. Kata HEN tidak pernah dipakai untuk satu objek atau satu pribadi. Yoh 10:30 menggunakan kata HEN yang berarti ayat tersebut bukan menunjukan Yesus dan Bapa satu pribadi. Ayat ini jelas menolak pemahaman Modalisme yang menganggap Bapa & Yesus adalah satu pribadi bersama dengan Roh Kudus atau satu Allah menggunakan tiga topeng.

Sekarang kita akan menyelidiki arti kata HEN (Satu) dalam ayat ini, apakah satu hakekat atau hanya satu perbuatan/tujuan atau satu hakekat sekaligus satu perbuatan/tujuan. Untuk mendapatkan makna yang tepat kita perlu melakukan eksegese secara teliti konteksnya serta keterkaitannya dengan ayat lain.

Konteks ayat ini dimulai dari pertanyaan yang diajukan orang Yahudi kepada Yesus yaitu apakah Dia Mesias atau bukan. Pertanyaan ini dijawab Yesus bahwa Ia telah mengatakanNya lewat pengajaranNya & tindakanNya, namun mereka tetap tidak percaya. Kemudian Yesus mengucapkan beberapa perkataan dan puncaknya pernyataan bahwa Ia dan Bapa adalah satu. Poin-poin dari perkataanNya ini kita bahas secara kronologis.

1. Yesus adalah Gembala, Allah adalah Gembala
Yesus mengatakan mereka tidak percaya karena mereka tidak termasuk domba-dombaNya sedangkan domba-dombaNya pasti mengenal siapa gembalanya.
Yoh 10:27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”.
Perkataan ini mirip dengan perkataan Allah sendiri dalam PL. Yeh 34:11 ”Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya”.

Orang Yahudi yang mendengarnya akan teringat pengajaran Yesus pada perikop sebelumnya tentang Gembala yang baik (Yoh 10:1-21). Dalam perikop ini Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Gembala Yoh 10:14 “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”. Padahal dalam PL TUHAN juga disebut gembala Maz 23:1 “Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”.

Yesus juga mengatakan bahwa Ia mengasihi domba-dombaNya sampai rela memberikan nyawaNya (Yoh 10:15) dan kematianNya atas kerelaan & kehendakNya sendiri serta Ia berkuasa atasnya. Yoh 10:18 ”… Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali…”. Mendengar semuanya itu orang Yahudi bereaksi dengan mengatakan bahwa Ia kerasukan Setan & Gila.

Dari ayat-ayat ini sangat jelas Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Gembala padahal di dalam Perjanjian Lama TUHAN (Yahweh) juga disebut Gembala. Hal ini berarti Yesus sendiri adalah Allah dan Ia memiliki otoritas yang sama dengan Allah dalam hal kematian & kehidupan.

2. Yesus & Bapa adalah Sumber Hidup Kekal
Pada ayat selanjutnya Yesus mengatakan Yoh 10:28 “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”. Yesus memberi hidup kekal padahal hanya Allah yang memiliki otoritas memberi hidup kekal. Tit 1:2 ”dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta”.

Dalam 1 Yoh 5:20 dengan tegas dinyatakan bahwa Yesus adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. 1 Yoh 5:20 “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.”

3. Aku & Bapa adalah Satu
Puncak pernyataan Yesus saat menyatakan bahwa Ia dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30). Dari ayat sebelumnya sangat jelas bahwa Yesus adalah Allah. Berarti kata “satu” menunjukan bahwa Yesus dan Bapa adalah satu hakekat sebagai Allah. Karena Yesus dan Bapa satu hakekat berarti dengan sendirinya Mereka juga memiliki satu tujuan dan satu perbuatan. Sehingga kata “satu” bukanlah dalam pengertian Yesus dan Bapa hanya satu perbuatan/tujuan tetapi yang tepat bahwa Mereka memiliki satu hakekat dan sekaligus satu perbuatan/tujuan.

4. Orang Yahudi Mengetahui sebuah Penghujatan
Bukti kuat mendukung pengertian ini yaitu respon orang Yahudi yang sangat keras terhadap Yesus. Yoh 10:33 ”Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”. Orang Yahudi pasti mengenal & memahami perkataan Yesus itu adalah sebuah pernyataan keilahian, tetapi mereka tidak mau menerimanya.

Peristiwa serupa terjadi sebelumnya saat Yesus berbicara tentang Abraham.
Yoh 8:58 ”Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada”. Yoh 8:59 ”Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah”.

Kata ”Aku telah ada” bahasa Inggrisnya ”I am” dan bahasa Yunaninya ”Ego Eimi”. Kata ini juga dipakai untuk Allah dalam PL (Septuaginta).
Kel 3:14 ”Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU (Ego Eimi)”.
Yes 43:10 “… supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia (Ego Eimi). Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi”. Setelah mendengarnya pernyataan Yesus ini orang Yahudi mengenalinya sebagai sebuah penghujatan sehingga mereka melempar Dia.

Mengapa orang Yahudi bereaksi keras terhadap pernyataan keilahian Yesus itu?
Karena mereka memiliki pemahaman monoteisme yang kuat seperti yang diajarkan kepada mereka turun temurun. Ul 6:4 ”Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”. Ul 6:7 ”haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu …”.
Bahkan kematian Yesuspun disebabkan karena Ia dianggap menghujat Allah
Mar 14:64 ”Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.”

Menariknya kata “satu” yang digunakan dalam Ul 6:4 (ECHAD) memiliki pengertian yang sama dengan kata “satu” dalam Yoh 10:30 (HEN). Dalam Perjanjian Baru Yahudi (The Orthodox Jewish Brit Chadasha) Yoh 10:30 diterjemahkan menjadi ”I and HaAv are ECHAD”. Sedangkan kata satu dalam pengertian ”tunggal” dalam PL menggunakan kata YACHID dan dalam PB menggunakan kata MONOS.

Dari analisis ini kita bisa simpulkan bahwa Yoh 10:30 adalah pernyataan keilahian Yesus bahwa Ia dan Bapa sehakekat sebagai Allah. Jadi jelaslah Yoh 10:30 merupakan salah satu bukti yang kuat bahwa Yesus adalah Allah.

Sumber:
http://apologiakristen.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s