Evakuasi – Musafir yang sunyi. Post by: Musafir yang sunyi

EVAKUASI, by : Musafir yg sunyi

Filipi 3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Filipi 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan
Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Ada fenomena menarik berkaitan dengan berbagai bencana alam belakangan ini.

Banjir di Jabodetabek. Di beberapa wilayah pemukiman, ketika volume air sudah semakin meninggi, tim basarnas sudah mempeingatkan warga untuk segera di evakuasi. Namun toh, tetap saja masih banyak warga yg memilih bertahan. Bahkan, yang sudah di pengungsianpun, banyak yang kembali lagi. Mengapa demikian ? Karena mereka lebih mengkhawatirkan harta benda daripada nyawa mereka sendiri. Akibatnya, ketika volume air sdh menenggelamkan rumah, mereka terjebak di atap, baru mereka berteriak minta tolong. Namun terlambat, derasnya arus dan tingginya volume air menyulitkan tim SAR untuk menyelamatkan mereka.
Erupsi gunung Sinabung. Meski sudah diperingatkan oleh BNPB dan BMKG,mengingat erupsi gunung yang masih berlanjut, toh masih saja ada warga desa yang tetap nekat kembali ke desa mereka yang berada di zona erupsi, karena mereka mengkhawatirkan kebun, ladang, ternak, dan harta benda mereka, selain merasa bosan karena sudah lama tinggal di pengungsian menunggu nasib yg tidak pasti. Akibatnya, belasan orang meninggal tersapu awan panas yg tiba-tiba saja muncul.

Peristiwa-peristiwa ini mengingatkan saya pada kisah Nuh. Tuhan memperingatkan Nuh akan bencana yang akan datang, dan memrintahkannya utk segera membangun bahtera utk menyelamatkan ia dan keluarganya, serta beberapa ekor hewan. Nuh taat, sehingga ia, keluarganya, dan beberapa hewan selamat.

Peristiwa-peristiwa ini juga mengingatkan saya akan kisah Lut dan keluarganya saat meninggalkan kota Sodom yg akan dimusnahkan Tuhan. Tuhan sudah mengingatkan mereka untuk, jangankan kembali, bahkan untuk tidak (sekedar) menoleh ke belakang. Namun istri Lut tidak taat, maka binasalah ia.

Dan tentunya, ini juga mengingatkan saya pada kisah Musa dan bangsa Israel saat mereka keluar dari negeri Mesir. Meski Tuhan sudah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, dan menyediakan bagi mereka, sebuah negeri yg lebih baik, yang akan menjadi milik mereka sendiri, toh, bangsa ini merasa nasib mereka tidak pasti (seperti pengungsi Sinabung), menggerutu, dan masih mengingat-ingat ke belakang : Mesir. Akibatnya, sebagian besar mereka Tuhan musnahkan di padang gurun.

Tuhan memanggil kita untuk menjadi pengikut Kristus, untuk keluar dari dunia yg akan dibinasakan ini ( 2 Petrus 3 : 10 – 13 ). Dan tidak sekedar keluar, melainkan juga untuk memenuhi panggilan tertinggi : menjadi tim Evakuasinya Allah, memberitakan Injil keselamatan, ( Matius 28 : 16 – 20 ).

Pilihannya cuma dua : taat atau binasa. Memang tidak ada paksaan untuk mengikut Kristus. Injil diberitakan secara baik2 tanpa represif sedikitpun, seperti tindakan persuasif tim SAR : tidak memaksa warga utk naik perahu karet evakuasi, tidak melarang paksa warga yg ingin kembali ke desa mereka, walau ancaman erupsi gunung sangat nyata. Namun ketidaktaatan berbuah fatal : binasa.

Ketika Tuhan mengajak kita untuk mengikut Kristus dan melakukan kehendakNya, Tuhan menjanjikan kehidupan kekal dalam kerajaanNya, kehidupan yang lebih mulia. Jauh lebih mulia daripada mengejar karier, mengumpulkan harta benda duniawi, mengejar kesuksesan dunia, pernikahan, dan segala hal ‘indah’ yg ditawarkan dunia ini untuk kita kejar, sehingga mencurahkan sebagian besar energi dan waktu. Sampai-sampai tak ada waktu dan energi untuk merenungkan firman dan berdoa.

Tanpa disadari, dunia telah membelenggu dan memperbudak kita, dan itulah yg saya alami. Meski sudah mengenal kebenaran ini, namun tetap saja tawaran dan kekhawatiran dunia ini seringkali mengalihkan saya dari fokus kepada tujuanNya.

Namun bersyukur, karena belas kasihan Tuhan, Ia selalu mengingatkan saya dan kita semua melalui berbagai peristiwa. Terpujilah Tuhan kita yg baik. Ia tidak ingin kita semua binasa.

Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
Filipi 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s