Hati yang mengasihi – Bejana Kemuliaan. Post by: Bejana Kemuliaan

Hati yang mengasihi

1. Jika HATI ANDA MUDAH TERSAYAT MENYAKSIKAN KEPEDIHAN HIDUP ORANG LAIN,
itu berarti Anda bukan orang biasa..
Tuhan memberikan hati yang peka terhadap penderitaan sesama, hanya kepada jiwa-jiwa yang dipilih-Nya untuk menjadi penolong dan penyelamat bagi sesamanya. Dan tugas Anda adalah memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan bagi sesama. Ingatlah,
HATI YANG PENGASIH ADALAH HATI YANG MEMIMPIN.

2. Tuhan tidak memerlukan wajah kita untuk mengenali kita, karena wajah terindah kita di hadapan Tuhan adalah hati kita.

3. Karena sesungguhnya, dalam menasehatkan yang baik – tugas kita bukanlah untuk menjamin terjadinya perubahan kepada yang membutuhkan perbaikan, tetapi apakah kita telah berupaya menjadi penyampai nasehat dengan cara yang se-pengasih mungkin.
Perubahan kualitas hidup seseorang sepenuhnya adalah hak Tuhan.

4. Untuk setiap jiwa yang sedih, Tuhan Yang Maha Mendengar sedang menanti ketulusan keluhannya, yang termasuk mengakui perannya sendiri dalam mendekatkan dirinya dengan yang menyedihkannya.

5. Untuk setiap jiwa yang merasa diperlakukan tidak adil, Tuhan Yang Maha Adil sedang menanti pengertiannya untuk ikhlas menerima keadaan yang diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi, dan juga berlaku adil kepada sesama dan kepada Tuhan.

6. Untuk setiap jiwa yang marah, Tuhan Yang Maha Perkasa sedang menanti keterbukaannya bahwa kemarahannya adalah tenaga yang harus digunakan untuk memindahkan dirinya sendiri dari sikap-sikap dan cara-cara yang memarahkan, dan naik kelas ke keadaan-keadaan yang lebih baik.

7. Untuk setiap jiwa yang pedih karena perendahan oleh orang lain, Tuhan Yang Maha Kasih akan menemaninya dalam perjalanan tenggelam dalam kesedihannya, menemuinya di dasar kesedihannya, dan dengan penuh kasih akan menyisipkan kekuatan yang magis kedalam pikiran, hati, dan otot-ototnya untuk bangkit dan menghadapi perendahan dengan gagah berani – sebagai jiwa yang berhak bagi kemuliaan, yang menyandarkan harapannya bagi kemuliaan diri hanya kepada Tuhan Yang Maha Kasih.

8. Dan untuk setiap jiwa yang hampir menyerah, Tuhan Yang Maha Penolong akan mendekatkan telinga dari jiwa yang hampir menyerah itu kepada suara-suara yang menasehati, menampilkan teladan baik bagi penglihatannya, dan memasukkannya kedalam pergaulan dengan orang-orang yang menyabarkan diri dan kemudian dimuliakan karena kesabarannya.

9. Tersenyumlah dengan manis kepada mereka. Senyum itu mudah sekali bagi Anda, dan mungkin tidak bernilai, tetapi bagi hati-hati yang sedang merasa sendiri dan tak terperhatikan – senyuman Anda terasa seperti sentuhan Tuhan yang telah lama mereka rindukan.

Tuhan Memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s