Tidak mau bangun untuk membuka pintu – Ephesians 2:19. Post by: Ephesians 2:19

TIDAK MAU BANGUN UNTUK MEMBUKA PINTU

Di India Selatan ada satu orang miskin, hutangnya terlalu banyak, sampai dia tidak mampu membayarnya. Tapi sebenarnya dia adalah seorang pemalas, tidak bisa menghasilkan uang dan bekerja. Dan pemberi pinjaman ingin memenjarakannya. Di desa yang sama itu ada seorang dermawan yang kaya, mendengar kondisinya yang sulit ini, ingin membantunya. Tapi ia tidak ingin diketahui oleh orang lain, di tengah malam ia membawa lima ribu rupee, uang itu cukup untuk membayar hutang orang miskin itu bahkan berlebih, dan ia juga membawa beberapa makanan, ia berdiri di depan pintu rumah orang miskin itu dan mengetuknya. Tapi malahan pemalas tidak bangun untuk buka pintu baginya. Setelah orang kaya itu mengetuk beberapa waktu, dia merasa orang ini tidak layak menerima bantuan ini, lalu dia pulang ke rumahnya. Keesokan paginya, pemalas yang miskin itu mendengar perkara ini, ia sangat menyesal, lalu apa gunanya?

Di pagi hari Allah memberikan manna kepada orang Israel, mereka harus bangun pagi-pagi untuk mengumpulkan manna itu. Orang Kristen tidak boleh malas, harus mencintai roti hidup yang diberikan Allah. Jika tidak, kita akan menempuh kehidupan yang miskin. Masalahnya bukan Allah tidak memberi, melainkan manusia malas, tidak mau menerimanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s